Yang Tak Sempat Tersampaikan


Sudah Berakhirkan Ini?

Apakah ini benar-benar nyata ya Robb,,,,,,,, sungguh ku tak sanggup jalani semua ini, tak tau aku harus berkata apa, tak tau aku harus berucap apa, tak tau aku harus berdalih apa. Bahkan aku tak bisa berkutik sedkitpun melawan semua kehendak ini, apakah benar-benar aku akan berpisah tuk selamanya denganya??? Ya Robb kuatkan hamba jika ini benar-benar yang terbaik buat hamba.
Memang aku salah, aku bercerita pada teman yang serumah denganku tentang kita. Tapi itu ku lakukan karena memang dia sudah tau sebelumnya tentang rusaknya hubungan kita, ketika kamu mencari tau tentang aku di sini dan ternyata kau salah sangkan serta salah faham ketika itu, akhirnya secara otomatis dia tau tentang kita, sejak itulah awal dari semuanya.
Jika ditanya tentang ketulusan, sungguh aku tulus mencintai dan menyayangimu sampai kapanpun. Hanya karena aku terlalu berat memendam semua yang kata padaku tentang ini dan itu, begitu mudah kamu menjudge aku wahai kau yang sampai sekarang masih kucintai. Memang salah sikapku itu, tapi hukum itu akan berlaku secara maksimal saat kita menikah, nah kita baru menjalani masa-masa menuju ke sana. Bukan bermaksud aku tak menghiraukan perkataanmu, bukan.
Jika kau mengatakan bahwa aku tidak pernah menuruti kata-katamu, nasehat-nasehatmu wahai kasih,,,, aku selalu merintih dalam batinku; ya allah aku selalu nurut dengan dia, dia larang aku gak boleh ke sana maka aku gak ke sana, gak boleh ikut kegiatan ini maka aku gak ikut. Dia menyuruhku mengunci semua foto-yang tampak di fb aku nurut, aku pun disuruh hapus tema-teman yang tidak kau suka maka aku hapus. Bahkan sering sekali aku ada acara keluar dengan temen-temen dalam rangka refresing maka aku tidak ikut, itu karena apa??? Pertama karena aku sadar hal itu percuma buatku, sia-sia tanpa hasil. Kedua karena itu permintaan dari seorang yang paling aku cintai.
Akan tetapi tidak munafik memang aku pernah menyalahi satu janji kita, kau melarangku untuk membalas sms atau ketemu dengan seseorang yang ada rasa denganku. Al hasil aku ketemu dia saat dia main ke rumahku tapi itu ada orang tuaku, dan aku hanya sebentar saja karena gak enak. Aku balas sms dia itupun hanya sekedar untuk mengatakan padanya bahwa aku minta maaf karena aku sudah punya kekasih. Hanya sekedar itu saja, untuk telepon memang aku angkat tapi hanya sekedar bilang maaf aku lagi bantu orang tua masak, itupun aku angkat karena nemer dia tidak ada di kontak hp aku. Jika kamu membenciku dan dendam padaku karena hal ini maka sungguh kamu keterlaluan. Semua itu bukanlah salahku, hanya butuh pamahaman saja darimu kasih. Butuh pengertianmu saja.
Kalau dendammu ini kamu bawa hingga kelak sampai akhir hayat sungguh kamu rugi kasih,,,,, sungguh rugi. Meski kamu mencaci maki aku sampai pada kata-kata paling kotor pun aku tidak pernah mendendamimu, aku masih menganggapmu lebih. Tapi memang terkadang aku terlalu kesal jika kau caci, ya bagiku itu wajar, manusiawi banget karena memang kata-kata itu keterlaluan saat didengar. Karena aku tidak sehina itu.
Kalau memang kamu muak denganku, oke ndak masalah bagiku, mungkin kamu menganggap aku sudah mengumbar semua tentang kita di seluruh penjuru dunia,,, oh salah besar kalau gak percaya silahkan tanya ke seluruh anak FAI paling yang tau Cuma teman sekos sama temen cowokmu saja, itupun karena dulu benar-benar aku sakit. Sakit banget, tuk pertama kalinya kau sebut aku dengan kata-kata itu.
Kenapa sih aku selalu berusaha untuk memperbaiki hubungan kita??? Karena aku tidak pernah main-main dengan hubungan yang telah kita jalin selama dua tahun lebih ini,,,, aku serius untuk menuju ke jenjang penyempurnaan agama. Selain itu, aku juga ndak mau meningglkan luka terlalu banyak, meningglkan kenangan banyak yang sulit buat ku lupakan saat aku dengan lelaki lain. Karena kau tahu aku tidak mungkin bisa lupakan semua itu. Terlalu indah buat dilupakn dan terlalu sakit buat diingat. Aku tidak sia sungguh aku tidak siap hadapi semua itu, kamu tau kan kenangan masa laluku terlalu sakit buat diingat. Aku yakin kamu tahu wahai yang kucinta.
Semua rintangan telah kita lalui satu demi satu, namun cinta yang tertancap di dalam batin ini tak akan pernah surut, andai kau tau. Sayangnya kau tak akan tau isi hati ini. Tak pernah aku sebahagia denganmu, tak pernah pula aku sesakit denganmu,,,,,,,, karena memang aku juga merasakan cinta buta padamu. Aku sudah dibutakan dengan semua itu. Kita memang sedkit berbeda tapi jangan jadikan perbedaan itu sebuah musibah, jika kita dewasa maka yang kita lakukan adalah bagaimana membuat perbedaan itu menjadi sesuatu yang lebih, menjadi sesuatu yang mengagumkan. Bukan justru menjadi benteng pemisah dalam cinta kita.
Untuk sekarang, kau telah membuatku sakit hati dengan keputusanmu itu, tapi la ba’sa bih aku akan berusaha kuat dengan semua ini, aku yakin aku akan bisa lalui semua ini dengan kuat. Aku juga mengaku salah dengan sikapku beberapa waktu yang lalu. Tapi semua itu tak akan keluar jika sebelumnya aku tak tersakiti dengan kesalah fahamanmu karena kau kurang mengerti saja. Jujur akau salah, tulus dari hati kecilku maafkan aku. Jika kelak kau ingin mencari tahu tentang kabarku, maka buka saja blog ini atau fb aku, kamu pasti akan tahu aktivitas yang kulakukan. Ah tapi sayang sekali kamu pasti enggan membuka blog atau fb aku, karena kamu sudah muak dengan aku, kamu menyuruhku enyah dari pandanganmu.
Aku taubat! Taubat bercerita pada teman tentang apapun yang ada pada diriku, aku akan menahan semua, kan ku jadikan bingkisan terindah suatu saat nanti, sebagia bingkisan yang awalnya berupa sakit hati dan lambat laun bingkisan itu akan berubah menjadi kebahagiaan dan senyuman yang akan kurasakan karena dengan berlalunya waktu aku tidak mungkin sakit dengan semua itu. Karena memang tabi’atku bukanlah orang yang pendendam dan mudah memafkan siapapu, andai kau tahu hal ini. Sayang sekali aku hanya bisa menulisnya dalam sebuah blog ini.
Suatu saat atau kelak jika kau membuka halaman ini, aku pasti akan merasakan kehadiranmu. Ingat, aku masih punya rasa yang sama, aku bisa merasakan kegelisahan yang kau rasakan sama seperti dulu, ikatan batin ini gak akan pernah pudar sampai saat memisahkan kita kelak, selama cinta yang kupunya belum hilang.
Untuk semua kebaikan dan ketulusan cinta yang kau beri padaku, ku ucapkan terimakash banyak, karena selama dua tahun kau benar-benar menjagaku, tak pernah sedkitpun kau menyentuhku walau hanya pucuk jemariku. Kau memang benar-benar memuliankanku labih dari lelaki lain. Kau berusaha membuatku bahagia dengan gaya khasmu hidung kombang dan upil. Uhf…… sungguh aneh tapi nyata. Terimakasih pula atas semua bantuan yang kau berikan padaku selama aku menempuh mata kuliah dulu, aku tahu kau tulus membantuku, aku ucapkan ribuan terimakash……. jazakallah khoirol jaza’.
Mungkin aku akan malu buat hubungi kamu, tapi aku tak malu untuk selalu menyayangi dan mencintaimu. Entah sampai kapan perasaan ini akan bertahan. Jika kelak kau mendapatkan seseorang yang telah membuatmu luluh dan jatuh hati, aku akan turut berbahagia selama kau bahagia. Do’aku akan selalu ku selipkan untukmu. Tapi tolong jika kau sudah mendapatkannya maka jangan benci dan dendam padaku, karena aku tidak pernah membenci apalagi dendam padamu wahai mantan calon pemimpin dan ayah dari anak-anakku.
Blog ini mungkin akan hanya menjadi letusan hatiku saja, karena aku tau kau muak dan gak mungkin mau membukannya lagi apalagi mengingatnya. tapi andai kau tahu isi hatiku. Sudahlan semua telah berakhir,,,,,,, aku juga kan konsentrasi dengan tugass akhirku, dengan pendiidkan adik-adiku,,,,, hemmm nulis sendiri ku baca sendiri,, heheh, tapi aku puas. PUAS!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s