Laporan Observasi ke DPRD

BAB  I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang

Bisa dipungkiri atau tidak, observasi merupakan lahan pembelajaran dan penyadaran kapada mahasiswa untuk mengetahui bagaimana mengetahui realita sesungguhnya dari teori-teori yang telah dienyam di bangku kilah. Karena dengan observasi, mahasiswa akan langsung terjun ke lapangan dan mengetahui bagaimana kiprah dan langkah yang dilakukan oleh sebuah instansi/lembaga. Terutama lembaga yang berkecimpung dari dan untuk rakyat.

Observasi merupakan satu upaya mengoptimalkan ilmu yang didapat Mahasiswa dari bangku Kuliah. Mahasiswa menjadi lebih mengetahui realitanya bukan hanya sekedar teori semata. Disamping itu Mahasiswa juga akan lebih mengerti cara kerja Instansi Mitra yang dijalin oleh Universitas muhammadiyah malang secara riil setelah melakukan observasi. Dalam hal ini, mahasiswa ditugaskan untuk observasi ke DPR untuk mengetahui bagaimana proses serta jalannya pembuatan Raperda.

Pengalaman yang telah diperoleh selama observasi ini dituangkan dalam sebuah laporan yang selain digunakan untuk memenuhi tugas akhir Mahasiswa dalam semester ini juga dimaksudkan untuk menuangkan hasil observasi dalam bentuk tulisan yang bermanfaat bagi pembacanya.

  1. B.     Tujuan Dan Manfaat Observasi

Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan observasi yaitu

  1. Dengan adanya observasi mahasiswa dapat mengetahui proses pembuatan Perda Batu
  2. Mengetahui fungsi serta visi misi DPR Kota Batu
  3. Mahasiswa dapat menerapkan Ilmu yang diperoleh selama di bangku Perkuliahan baik secara teori maupun praktik yang telah didapat di bangku perkuliahan maupun setelah observasi
    1. C.    Tempat Dan Waktu Pelaksanaan

Observasi dilaksanakan selama hampir tiga minggu namun tidak berturut-turut, terhitung dari Tanggal 14 Mei sampai 5 Juni 2011 di kantor DPR Kota Batu.

  1. D.    Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan penulis untuk menyusun penulisan laporan observasi adalah sebagai berikut:

  1. Observasi.

Dalam hal ini, Penulis langsung terjun ke lapangan yaitu kantor DPR Kota Batu dan kemudian membandingkan antara teori yang ada di dalam bangku perkuliahan dengan kenyataan yang terjadi di DPR

  1. Interview
    Penulis mencari data dengan melakukan kegiatan aktif tanya jawab dengan pihak DPR Kota Batu

    1. E.     Kronologis Pelaksanaan Observasi di Kota Batu

Sebagai langkah awal pelaksanaan observasi dilakukan dengan meminta surat keterangan dari fakultas ke kantor DPR. Selanjutnya mahasiswa meminta izin ke LINMAS Batu dan setelah mendapat izin, observasi dengan cara mengikuti persidangan dilakukan. Sedangkan tahapan teraakhir adalah pembuatan laporan observasi.

BAB  II

HASIL PENELITIAN

Di DPR Kota Batu

  1. A.    Visi dan Misi DPR Batu

Sebelum mengetahui visi dan misi DPR, alangkah baiknya diketahui dulu visi dan misi Kota Batu sendiri

Visi Kota Batu:

“Kota Batu sebagai setra pariwisata berbasis pertanian didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA), dan Sumber Daya Budaya(SDB), serta Pemerintahan yang kreatif, inovatif, dan bersih bagi seluruh rakyat yang dijiwai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa   ”.

Misi Pengembangan Kota Batu

  1. Mendayagunakan SDM, SDA dan SDB secara optimal dan terkendali sebagai unsur internal pengembangan Kota Mandiri.
  2. Mengoptimalkan investasi swasta nasional dan swasta asing sebagai unsur eksternal untuk beragam bidang usaha yang potensial dan prospektif.
  3. Merevitalisasi aparatur pemerintah dan menjalankan roda Pemerintah Daerah secara kreatif, inovatif dan bersih dari KKN guna mengoptimalkan pelayanan public.
  4. Meningkatkan posisi dan peran Kota Batu dari :
  • Kota Pertanian menjadi Sentra Pertanian
  • Kota Wisata menjadi Sentra Wisata
  • Menjadikan Kota Batu sebagai Kota Pendidikan, secara bertahap dan berkelanjutan ditingkatkan menjadi Sentra Pendidikan Pertanian.
  1. Akselerasi pembangunan sektor fisik
  2. Penataan ruang kota secara menyeluruh dengan mngedepankan keseimbangan ekosistem.
  3.  Menjamin berlangsungnya kehidupan keagamaan yang didasari azas toleransi
  4. Menciptakan kehidupan politik demokratis.
  5. B.     Visi dan misi DPR Batu  adalah:

VISI : “Mewujudkan DPR yang  kredibel, kapabel, dan aksestabel yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, keadilan dan kesejahteraan rakyat dalam wadah NKRI serta meningkatkan peran dan fungsi Dewan dalam legislasi, anggaran, dan pengawasan.”

MISI :

  1. Meningkatkan kualitas produktivitas dan kinerja lembaga DPR dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat;
  2. Menjunjung tinggi moralitas agama dan kapasitas sebagai anggota DPR;
  3. Berpihak pada kepentingan rakyat atau masyarakat diatas kepentingan pribadi dan golongan;
  4. Meningkatkan kerjasama dan profesionalisme anggota DPR;
  5. Menciptakan hubungan yang harmonis antara Lembaga Legislatif dan Eksekutif;
  6. Menjadikan Lembaga Dewan sebagai arena ruang publik yang bebas dan bertanggungjawab sehingga masyarakat dapat menyampaikan atau menyalurkan aspirasinya;
  7. Menciptakan hubungan yang sinergis antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam mendukung terwujudnya tata pemerintahan yang baik;
  8. Mendorong terwujudnya Lembaga Legislatif yang bersih dan berwibawa dalam mendukung akuntabilitas dan transparansi Lembaga DPR.
  9. Realita di Lapangan Sekilas Mekanisme Observasi

Observasi yang dimaksud di sini berupa keikut sertaan dalam sidang pembahasan Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batu (RTRW) tahun 2011-2030. Adapun Observasi di kantor DPR kota batu tersebut bisa dikata kurang tepat. Disamping karena waktu yang digunakan untuk observasi sangat tidak pas, yaitu setelah usai rapat sidang pembahasan.

Observasi tersebut dilakukan lima hari setelah sidang pembahasan, sehingga peneliti tidak mampu mendapatkan data segar dari hasil sidang. Namun penulis tidak patah semangat, sehingga penulis melakukan wawancara khusus kepada para anggota DPR salah satunya  kepada Sugeng Mulyadi selaku staf bagian risalah/persidangan.

Setelah melakukan banyak perbincangan, ternyata penulis mendapat informasi bahwa peneliti masih mampu mengikuti sidang paripurna yang rencanya diadakan hari Rabu tanggal 18 Mei 2011, sehingga peneliti terpakasa harus datang pada hari itu. Karena menurut pengakuan Sugeng, dalam rapat paripurna tidak hanya akan membahas penetapan hasil sidang saja, namun semua permasalahan yang belum rampung mengenai Raperda RTRW.

Rabu 18 Mei pun tiba, peneliti/penulis beserta rombongan kawan lainnya menuju DPR Kota Batu setelah melalui puluhan proses agar diizinkan mengikuti sidang. Ternyata hasilnya nihil. Sesampainya di kantor DPR, penulis dan teman-temannya mendapat kabar buruk yaitu penundaan sidang peripurna Perda RTRW Kota Batu.

Selanjutnya penulis diberi kabar bahwa akan sesegera mungkin diadakan sidang paripurna. Namun pihak DPR belum bisa memberikan kejelasan waktu kapan akan dilaksanakannya. Hingga tepatnya pada Senin, 6 Mei 2011 penulis akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor DPR setelah melakukan kontak dan pembicaraan dengan anggota DPR lewat telpon.

Informasi yang penulis dapatkan adalah bahwa sidang paripurna baru akan diadakan pada tanggal 15 Juni 2011. Sedangkan pada tanggal itu, penulis sudah waktunya UAS dan tugas harus segera dikumpul sebelum UAS tiba. Akhirnya mau tidak mau penulis terpaksa membuat laporan apa adanya dari hasil interview dengan beberapa anggota DPR.

  1. D.    Alasan Penundaan Sidang Paripurna
    1. Belum ada sinergitas antara badan legislative dan eksekutif yang mengikuti sidang pembahasan Raperda RTRW sehingga harus dilakukan penyelarasan terlebih dahulu. Adapun penyelarasan itu ternyata tidak memakan waktu yang sebentar, namun sangat lama karena kedua badan tersebut harus mensinkronkan hasil mereka dan menjadikan agar keduanya nayambung satu sama lain hingga menjadi satu kesatuan draft hasil sidang yang utuh dan bisa dipertanggung jawabkan. Penyelarasan itu ternyata sudah dilakukan beberapa kali namun sampai saat ini belum mencapai titik temu.
    2. Adanya beberapa penafsiran ganda atau multi penafsiran hasil sidang pembahasan raperda RTRW sehingga membutuhkan penyelarasan.
    3. Perlu adanya pendalaman yang khusus tentang RTRW ini karena menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga harus ada banyk pertimbangan untuk menanyakan ke SDM juga bagaaimana tanggapan mereka.
  2. E.     Tim Penyelaras sebelum diadakan rapat paripurna adalah
    1. Tim Otonomi Daerah (Otoda), yaitu mereka yang dari badan eksekutif
    2. Panitia Khusus (Pansus) mereka yang dari anggota DPR yang terdiri dari 12 orang
  3. F.     Proses/tahapan Pembentukan Undang-undang di DPR Batu
    1. Pengajuan dari Pemkot ke DPR yang selanjutnya diparipurnakan
    2. Paripurna pandanagn umum fraksi-fraksi
    3. Paripurna jawaban wali kota terhadap pandangan umum fraksi
    4. Jika Raperda dianggapa perlu adanya Pansus maka ada rapat paripurna intern untuk menyampaikan nama-nama anggota Pansus
    5. Sidang pembahasan Raperda RTRW yang dilakukan oleh Pansus dan tim otoda
    6. Penyelarasan
    7. Paripurna penetapan Raperda RTRW
  4. G.    Hal-Hal Penting Yang Berkaitan Dengan Isi Raperda RTRW
    1. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota adalah rencana tata ruang yang bersifat umum dari wilayah kota, yang berisi rencana operasional pembangunan wilayah kota sesuai dengan peran dan fungsi wilayah kota yang telah ditetapkan dalam RTRW di atasnya yang akan menjadi landasan dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah kota.
    2. Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kota adalah tujuan yang ditetapkan pemerintah daerah kota yang merupakan perwujudan visi dan misi pembangunan jangka panjang kota pada aspek keruangan, yang pada dasarnya mendukung terwujudnya ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan berlandaskan wawasan nusantara dan ketahanan Nasional.
    3. Kebijakan Penataan Ruang Wilayah Kota adalah arahan pengembangan wilayah yang di tetapkan oleh pemerintah daerah kota guna mencapai tujuan penataan ruang wilayah kota dalam kurun waktu 20 (dua puluh) tahun.
    4. Ruang lingkup wilayah perencanaan RTRW Kota mencakup wilayah Kota Batu dengan batas berdasarkan aspek administratif dan fungsional mencakup seluruh wilayah daratan seluas 19.908,7 Ha beserta ruang udara di atasnya  dan didalam bumi.
    5. Jangka waktu RTRW adalah 20 tahun, mulai Tahun 2010 sampai dengan Tahun 2011.
    6. Rencana struktur ruang wilayah kota diwujudkan dalam rencana:
      1. Sistem dan fungsi perwilayahan
      2. Hirarki pusat pelayanan
      3. Sistem jaringan prasarana wilayah kota.
      4. Pengebangan Infra struktur kota meliputi :
        1. Sistem penyediaan air minum kota
        2. Sistem Pengelolaan air limbah kota
        3. Sistem persampahan kota
        4. Sistem drainase kota
        5. Penyediaan dan pemanfaatan prasaran dan saran jalan pejalan kaki
        6. Angkutan umum
        7. Jalan evakuasi bencana, dan lain sebagainya.

BAB III

PENUTUP

  1. 1.      Kesimpulan

Dari hasil observasi dan interview terhadap anggota DPR, penulis/peneliti menyimpulakan bahwa sejauh ini belum ada keserasian antara badan legislative dan eksekutif Kota Batu. Terbukti dengana adanya penundaan-penundaan sidang paripurna hanya karena hasil yang diterima oleh pihak eksekutif dan legislative berbeda. Padahal mereka pada saat pembahasan berada di ruang yang sama dan pada waktu yang sama pula, justru menimbulkan multi tafsir diantara para anggota sidang.

  1. 2.      Saran

Untuk para observer kedepannya, jika ingin melakukan observasi lagi sebaiknya memastikan jadwal observasi jauh hari sebelum sidang pertama dilakukan agar mendapat hasil yang maksimal

Sedangkan untuk para anggota legislative dan eksekutif, jika ada sidang sebaikanya diperhatikan dengan seksama. Jangan ditinggal melamun, ngobrol, ataupun tidur dan ngantuk. Karena kaibatnya akan fatal dan menyebabkan ketidak jelasan sebagaimana yang terjadi di DPR Batu tentang pembahasan Raperda RTRW.

Demikian laporan hasil onservasi kami, semoga bisa member gambaran tentang proses pembuatan perundang-undangan sedikit dan realita yang terjadi di lapangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s